“KINERJA DOSEN
JURUSAN KEPERAWATAN ditinjau dari usia, lama kerja, status sosial, supervise, motivasi,
kelengkapan alat”
H. Gunadi Pome1, Jhon Feri2
1. H. Gunadi Pome Departemen Keperawatan Medikal Bedah Prodi
Keperawatan Baturaja
Poltekkes Kemenkes Palembang Jl. Imam Bonjol
No.652. Baturaja 32112
e-mail: gunardi.pome@yahoo.com
2. Jhon Feri : Departemen
Keperawatan Medikal Bedah Prodi Keperawatan Lubuklinggau
Poltekkes Kemenkes Palembang Jl. Stadion Bumi Silampari
Lubuklinggau31626
e-mail: feiaremantai76@gmail.com
Abstrak
Kinerja adalah setiap gerakan, perbuatan, pelaksanaan, kegiatan atau
tindakan sadar yang diarahan untuk mencapai suatu tujuan atau target tertentu,
Dosen haruslah memiliki kualifikasi yang cukup untuk melaksanakan tugasnya,
termasuk mengajar bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya sehingga
pencapaian tujuan pendidikan akan dapat di raih(9) Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja dosen
jurusan keperawatan di lingkungan Politeknik Kesehatan Palembang tahun 2012. Metode penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan Cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi semua dosen
baik yang berstatus dosen bersertifikasi maupun dosen yang belum bersertifikasi
berjumlah 64 orang, diambil dengan tehnik
Random Sampling berjumlah sample 55 orang. Hasil penelitian
ditemukan bahwa factor usia, lama kerja, sertifikasi,supervise, kelengkapan
tidak berhubungan secara statistic dengan kinerja. Sedangkan factor motivasi ada hubungan yang
bermakna dengan kinerja dosen. Kesimpulan ada hubungan yang signifikan secara
statistic antara motivasi dan kinerja dosen jurusan keperawatan di Lingkungan
Politeknik Kesehatan Palembang tahun 2012, dengan demikian diharapkan bagi
seluruh dosen harus memiliki motivasi yang tinggi guna meningkatkan kinerja yang baik agar apat
menghasilkan lulusan mahasiswa yang professional dibidang keperawatan.
Kata Kunci: Kinerja dosen.
PENDAHULUAN
Manusia adalah makhluk yang memilki berbagai kebutuhan
diantaranya adalah kebutuhan akan pendidikan.
Begitu pentingnya pendidikan sehingga dalam badan dunia seperti
Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki suatu bagian yaitu United Nation
Educational Scientific dan Cultural Organization (UNESCO) untuk memperhatikan
kondisi pendidikan di berbagai belahan dunia.
Di Indonesia pembangunan di bidang pendidikan merupakan upaya untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia guna mewujudkan
masyarakat yang adil dan makmur. Kualitas manusia yang unggul akan memungkinkan
bangsa indonesia mengembangkan diri di segala aspek, baikjasmani aupun rohani (30)
Penyelenggaraan pendidikan di
Indonesia di atur dalam Undang-undang No.20 tahun 3003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional. Sistem Pendidikan
Nasional memuat antara lain dasar, fungsi, tujuan, jenis, jenjang pendidikan,
tenaga pendidikan , sumber daya pendidikan, kurikulum, penilaian, peran serta
masyarakat, pengelolaan dan pengawasan pendidikan lainnya. Salah satu pendidikan perofesional pemula
untuk tenaga keperawatan akademik keperawatan atau yang tergabung dalam
politeknik kesehatan adalah jurusan keperawatan dengan jenjang pendidikan
diploma III keperawatan. Ration penduduk
dengan perawat memperlihatkan perubhan yang relatif tinggi, terlihat
peningkatan jumlah perawat sepuluh kali lebih besar dalam jangka waktu 40 tahun
terakhir, tetap ratio ini tidak menggambarkan kualitas perawat yang kompeten
tetapi masih terfokus pada aspek kuntitas/penambahan jumlah tenaga perawat(12)
Dosen memainkan peranan penting
bagi berjalannya proses pendidikan yang mampu menjamin mutu. Seseorang dosen haruslah memiliki kualifikasi
yang cukup untuk melaksanakan tugasnya, termasuk mengajar bidang studi yang
menjadi tanggung jawabnya, siapa saja yang menyandang profesi sebagai tenaga
pendidikan harus secara kontinya meningkatkan profesionalismenya dan harus
menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sehingga pencapaian tujuan
pendidikan akan dapat di raih(9)
Dari hasil survey pendahuluan
yang dilakukan pada salah satu jurusan keperawatan di polekkes Palembang
sebaian besar keluhan yang muncul adalah guru mengajar tidak menyelesaikan
materi dalam satu paket semester, tidak memberikan silabus dan terlambat
mengajar/lebih cepat pulang.
Menurut Gibson ada beberapa
factor yang dapat mempengaruhi kinerja individu dalam melakukan tugasnya yaitu
variable individu, variable psikologis dan variable organisasi. Variabel individu dikelompokkan pada sub
variable kemampuan dan keterampilan, latar belakang keluarga, tingkat social
dan pengalaman serta demografis. Variabel prikologis terdiri dari sub variable
persepsi, sikap. Kepribadian, belajar dan motivasi. Variabel organisasi terdiri dari sub
variable sumber daya, kepemimpinan, imbalan, struktur dan desain pekerjaan. Dengan pertimbangan homogeitas data dan
keterbatasan maka peneliti mengambil beberapa factor dari ketiga variable
tersebut yaitu Usia, lama kerja, motivasi, tersertifikasi, supervisi,
kelengkapan alat bantu mengajar.(12)
Di jurusan keperawatan dalam lingkungan Politeknik Kesehatan Palembang tahun 2012 belum ada
informasi secara terintegrasi dari ketiga jurusan keperawatan tentang kinerja
dosen, berdasarkan hal tersebut di atas penulis tertarik untuk melakukan
penelitian tentang kinerja dosen di jurusan Keperawatan dalam lingkungan
politeknik Kesehatan Palembang tahun 2012.
Sehingga peneliti perlu mengetahui bagaimana gambaran dan kaitan antara
usia, lama kerja, status sosial, supervise, motivasi, kelengkapan alat (audio
visual aid) dengan kinerja dosen
jurusan keperawatan Palembang, Baturaja dan Lubuk Linggau tahun 2012
METODOLOGI
PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan
Cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data yang dipelajari
diambil dari populasi untuk memperoleh kejadian-kejadian relative, distribusi
dan hubungan antar variabel.(27)
Analisis data kuantitatif meliputi analisis univariat,
bivariat, dan multivariat.(26) Populasi penelitian adalah semua dosen yang
mengajar jurusan keperawatan di lingkugan Politeknik Kesehatan Palembang baik
yang berstatus dosen bersertifikasi maupun dosen yang belum bersertifikasi
berjumlah 64 orang. Sample
diambil dengan menggunakan teknik probality sampling yaitu Stratified
Random Sampling (Sampel Acak Stratifikasi). Teknik
pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil setiap strata/kelas dimana dosen
mengajar dengan distribusi yang relative sama kemudian pemilihan dilakukan
secara random (18)
Data primer
diperoleh dari dosen yaitu dengan mengisi kuesioner yang meliputi data usia,
lama kerja, tersertifikasi, supervise,motivasi dan kelengkapan alat bantu
mengajar. Data mengenai kinerja dosen
dalam perencanaan mengajar didapatkan dari dokumentasi satuan pelajaran,
silabus yang ada dibagian kurikulum (bagian akademik). Data mengenai kinerja dosen dalam
melaksanakan pengajaran diperoleh dari hasil wawancara dengan dosen menggunakan
instrument penilaian kinerja. Observasi
dilakukan oleh dua orang mahasiswa pada jam tatap muka yang berbeda. Data
pendukung kinerja diperlolah dari dokumen absensi mengajar/kehadiran dosen dan
jurnal mengajar yang diisi dosen pada lembar Pengolahan dan Analisis Data.
Analisa
univariat dilakukan dengan perhitungan frekwensi dan mempersentasikan niali
masing-masing variable, sedangkan analisa bivariat dalam penyajian hasil, peneliti
menggunakan table SPSS 17 dan uji yang digunakan chi square untuk mengetahui
hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dengan derajat
kemaknaan 0,05. Bila nilai p value ≤ α (0,05) berarti hasil perhitungan
statistik bermakna (signifikasi), dan apabila nilai p value ≥ α (0,05) berarti
hasil perhitungan statistik tidak bermakna (tidak signifikan). Analisis
multivariat yang dilakukan dalam penelitian ini mengunakan ”Uji Regresi
logistik” (variabel kategorik-kategorik). Instrumen penelitian menggunakan
questioner yang terstruktur.
Dengan Etika Penelitian yang terdiri dari Informed Consent, Confidentiality, Benefit, Justice
HASIL PENELITIAN
ANALISIS UNIVARIAT
Tabel 1. Kinerja Dosen
Kinerja Dosen Jumlah Persentase
(n) (%)
Rendah 12 21.8
Tinggi 43 78,2
Tabel 2. Usia Dosen
Usia Jumlah Persentase
(n) (%)
Muda
49 89,1
Tua 6 10,9
Tabel 3. Lama Kerja
Lama Kerja Jumlah
Persentase
(n) (%)
< 11 tahun 28 50,9
> 11 tahun
27 49,1
Tabel 4. Motivasi
Motivasi Jumlah
Persentase
(n) (%)
Rendah 22 40
Tinggi 33 60
Tabel 5. Status Sertifikasi
Status Sertifikasi Jumlah Persentase
(n) (%)
Belum 34 61,8
Tersertifikasi
21 38,2
Tabel 6. Supervisi
Supervisi Jumlah
Persentase
(n) (%)
Kurang 44 80
Baik 11 20
Tabel 7. Kelengkapan Alat
Kelengkapan Alat Jumlah Persentase
(n) (%)
Kurang 8 14,5
Lengkap 47 85,5
ANALISIS BIVARIAT
Tabel 1. Usia dengan Kinerja Dosen
di Lingkungan Poltekkes Jurusan Keperawatan Tahun 2012
Usia Kinerja
Rendah
Tinggi Total P Value
(n) (%) (n) (%) (n) (%)
Muda
9 18,4 40
81,6 49 100
0,110
Tua
3 50,0 3
50,0 6 100
Berdasarkan
uji statistik didapatkan hasil tidak bermakna (p= 0,110; α= 0,05), maka dapat
disimpulkan tidak ada perbedaan proporsi usia dengan Kinerja dosen (tidak ada
hubungan yang signifikan antara usia dengan Kinerja dosen).
Tabel 2. Lama Kerja dengan Kinerja Dosen di Lingkungan Poltekkes Jurusan
Keperawatan Tahun 2012
Lama Kerja Kinerja
Rendah
Tinggi Total P Value
(n) (%) (n) (%)
(n) (%)
< 11 tahun
7 17,9 23
82,1 49 100
0,691
> .11 tahun 7
25,9 20 74,1
27 100
Berdasarkan
uji statistik didapatkan hasil tidak bermakna (p=
0,691; α= 0,05), maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan proporsi lama kerja dengan
Kinerja dosen (tidak ada hubungan yang signifikan antara lama kerja dengan
Kinerja dosen).
Tabel 3. Motivasi dengan Kinerja
Dosen di Lingkungan Poltekkes Jurusan Keperawatan Tahun 2012
Motivasi Kinerja
Rendah Tinggi Total
P Value
(n) (%) (n) (%)
(n) (%)
Rendah 10 45,5
12 54,5 22
100 0,001
Tinggi 2 6,1
31 93,9 33 100
Berdasarkan uji statistik didapatkan hasil
tidak bermakna (p= 0,001; α= 0,05), maka dapat
disimpulkan ada perbedaan proporsi motivasi dengan Kinerja dosen (ada hubungan
yang signifikan antara motivasi dengan Kinerja dosen).
Tabel 4. Sertifikasi dengan Kinerja
Dosen di Lingkungan Poltekkes Jurusan Keperawatan Tahun 2012
Sertifikasi Kinerja
Rendah Tinggi Total
P Value
(n)
(%) (n) (%) (n) (%)
Belum 8
23,5 26 76,5
34 100 0,750
Sertifikasi 4
19,0 17 81,0
21 100
Berdasarkan
uji statistik didapatkan hasil tidak bermakna (p= 0,750
; α= 0,05), maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan proporsi status sertifikasi
dengan Kinerja dosen (tidak ada hubungan yang signifikan antara status
sertifikasi dengan Kinerja dosen).
Tabel 5. Supervisi dengan Kinerja
Dosen di Lingkungan Poltekkes Jurusan Keperawatan Tahun 2012
Supervisi Kinerja
Rendah
Tinggi Total P Value
(n) (%) (n) (%)
(n) (%)
Kurang 8
18,2 36 81,8
44 100 0,230
Baik 4
36,4 7 63,6
11 100
Tabel 6. Kelengkapan Alat dengan
Kinerja Dosen di Lingkungan Poltekkes Jurusan Keperawatan Tahun 2012
Kelengkapan Kinerja
Rendah Tinggi Total
P Value
(n)
(%) (n) (%) (n) (%)
Kurang 3
37,5 5 62,5
8 100 0,352
Lengkap 9
19,1 38 80,9 47 100
Berdasarkan
uji statistik didapatkan hasil tidak bermakna (p= 0,352
; α= 0,05), maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan proporsi Kelengkapan alat
dengan Kinerja dosen (tidak ada hubungan yang signifikan antara kelengkapan
alat dengan Kinerja dosen).
Pembahasan
Kinerja
Dosen.
Dari hasil analisis didapatkan sebagian besar dosen mempunyai kinerja
Tinggi yaitu berjumlah 43 responden (78,2%).
Sedangkan yang mempunyai kinerja rendah hanya 12 responden (21,8%). Bila
dilihat dari proporsi dosen yang mempunyai kinerja tinggi maka kondisi ini akan
membantu peningkatan jenjang pencapaian tujuan pembelajaran dan tujuan
pendidikan melalui tugas dosen dalam melaksanakan tugasnya.
Usia
Dari hasil analisis didapatkan sebagian besar dosen berusia muda yaitu
berjumlah 49 responden (89,1%). Proporsi
usia muda yang besar memberikan peluang bagi Institusi untuk lebih
mengembangkan dan terus meningkatkan kompetensi terutama dalam mengikuti
pendidikan lanjut dan pelatihan.
Hasil analisis hubungan antara usia dengan kinerja dosen diperoleh
bahwa ada 9 dari 49 (18,4%) dosen yang berusia muda mempunyai kinerja rendah,
Sedangkan diantara dosen yang berusia Tua ada 3 dari 6 (50,0%) mempunyai
kinerja tinggi. Hasil uji statistik
diperoleh nilai p = 0,110 (lebih besar dari alpha 0,05), maka dapat disimpulkan
tidak ada perbedaan proporsi usia dengan Kinerja dosen (tidak ada hubungan yang
signifikan antara usia dengan Kinerja dosen).
Menurut Robin (1989) ada keyakinan yang meluas bahwa
kinerja merosot dengan meningkatnya usia.
Mereka melihat sejumlah kualitas positif yang dibawa orang tua ke dalam
pekerjaan mereka, namun pekerja tua juga dianggap kurang luwes dan menolak
teknologi baru. Namun dalam penelitian ini tidak ditemukan hubungan yang
signifikan secara statistik namum hasil penelitian menunjukkan proporsi dosen
yang berusia muda yang mempunyai kinerja tinggi lebih banyak (80,1%) di
bandingkan dengan dosen yang berusia tua (50,0%).
Lama Kerja
Dari hasil analisis didapatkan sebagian besar bekerja kurang dari 11 tahun
yaitu berjumlah 48 responden (50,9%).
Secara teori lama kerja akan mempengaruhi kinerja seseorang, lamanya masa
kerja dan pengalaman dalammengelola kasus juga berhubungan dan berpengaruh
terhadap keterampilan seseorang (Suganda, 1997). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,691
(lebih besar dari alpha 0,05), maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan
proporsi lama kerja dengan Kinerja dosen (tidak ada hubungan yang signifikan
antara lama kerja dengan Kinerja dosen).
Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan Nuraeni (1999)
menunjukkan hasil yang berbeda dimana didapatkan bahwa pengalaman mengajar
tidak berhubungan dengan kinerja dosen.
Motivasi
Dari hasil analisis didapatkan sebagian besar dosen mempunyai motivasi
tinggi yaitu berjumlah 33 responden (60,0%).
Hasil analisis hubungan antara motivasi dengan kinerja dosen
diperoleh bahwa ada 10 dari 22 (45,5%) dosen yang mitivasinya rendah mempunyai
kinerja rendah, Sedangkan diantara dosen yang memiliki motivasi tinggi ada 31
dari 33 (93,9,0%) mempunyai kinerja tinggi.
Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,001 (lebih Kecil dari alpha
0,05), maka dapat disimpulkan ada perbedaan proporsi motivasi dengan Kinerja dosen
(ada hubungan yang signifikan antara usia dengan Kinerja dosen).
Menurut Robbin (2001) motivasi akan terkait dengan kepuasan dan
kinerja. Hasil penelitian di atas senada
dengan penelitian yang dilakukan Rusdi (2001) yaitu ada hubungan yang bermakna
antara motivasi dan kinerja perawat di RSUD Ciawi kabupaten Bogor.
Pada penelitian ini motivasi berhubungan dengan kinerja dosen ini
menunjukkan bahwa sesuatu yang berhubungan dengan upaya peningkatan motivasi
baik intrinsik maupun ektrinsik perlu menjadi perhatian dari pihak Manajemen
terutama di Politeknik Kesehatan Jurusan Keperawatan sehingga kinerja dosen
dpat terus ditingkatkan bahkan meningkat secara berarti.
Sertifikasi
Dari hasil analisis didapatkan sebagian besar belum tersertifikasi yaitu
berjumlah 34 responden (61,8%).
Proporsi dosen yang sudah tersertifikasi yang mempunyai kinerja tinggi
lebih besar yaitu 81,0%, sedangkan dosen yang belum tersertifikasi mempunyai
kinerja rendah lebih kecil yaitu 76,5%.
Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,750 (lebih besar dari alpha
0,05), maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan proporsi status sertifikasi
dengan Kinerja dosen (tidak ada hubungan yang signifikan antara status
sertifikasi dengan Kinerja dosen).
Dampak sertifikasi ini belum optimal dapat juga disebabkan dosen yang berstatus
tersertifikasi masih belum lama lulus sertifikasi dan rata-rata belum menerima
tunjangan imblan sertifikasi, sehingga dampaknya belum dirasakan secra langsung
oleh dosen.
Supervisi
Dari hasil analisis didapatkan sebagian besar kurang supervisi yaitu
berjumlah 44 responden (80,0%). Hasil
uji statistik diperoleh nilai p = 0,230 (lebih besar dari alpha 0,05), maka
dapat disimpulkan tidak ada perbedaan proporsi supervisi dengan Kinerja dosen
(tidak ada hubungan yang signifikan antara supervisi dengan Kinerja
dosen).
Terjadinya hubungan yang tidak bermakna tersebut berdasarkan pengamatan
peneliti dapat dikarenakan ada motivasi lain/alasan lain yang memacu mereka
untuk tetap melakukan tugasnya dengan baik/kinerja, yaitu bahwa mengajar adalah
bagian dari tugas yang dibebankan negara bahkan bagian dari ibadah yang
pertanggung jawabannya itu dengan Tuhan.
Kelengkapan
Alat.
Dari hasil analisis didapatkan sebagian besar alat bantu mengajar lengkap
yaitu berjumlah 47 responden (85,5%).
Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,352 (lebih besar dari alpha
0,05), maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan proporsi Kelengkapan alat
dengan Kinerja dosen (tidak ada hubungan yang signifikan antara kelengkapan
alat dengan Kinerja dosen).
Hasil analisis menunjukkan bahwa proporsi ketersediaan
alat sudah baik ini menunjukkan perhatian dari pihak poltekkes Ketua Jurusan
dan Ketua Program Studi (Manajemen) sudah lebih memperhatikan kebutuhan
khususnya penunjang Proses Belajar Mengajar yang nantinya kita harapkan dapat
meningkatkan kualitas produk pendidikan (mutu lulusan). Terjadinya hubungan yang tidak bermakna
tersebut berdasarkan pengamatan peneliti dapat dikarenakan dosen mempunyai
motivasi yang tinggi dalam mengajar dan selalu berupaya bila ada kekurangan
alat dengan menggunakan metode mengajar yang tidak hanya bergantung pada alat
tertentu saja.
KESIMPULAN
DAN SARAN
Kesimpulan
Tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dengan
kinerja dosen.
Tidak ada hubungan yang signifikan antara lama kerja
dengan kinerja dosen.
Ada ada hubungan yang signifikan antara movitasi dengan
kinerja dosen.
Tidak ada hubungan yang signifikan antara sertifikasi
dengan kinerja dosen.
Tidak ada hubungan yang signifikan antara supervisi
dengan kinerja dosen.
Tidak ada hubungan yang signifikan antara kelengkapan
alat dengan kinerja dosen.
Saran
Pihak pimpinan dan managemen perlu mengupayakan untuk
tetap mempertahankan motivasi dosen sehingga kinerja yang selama ini sudah baik
semakin meningkat.
Peneliti lain dapat mengembangkan variable dan lingkup
penelitian yang lebih luas terutama yang berhubungan dengan kinerja dosen.
Ucapan
Terima Kasih
- Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang yang telah mendanai sehingga terlaksananya penelitian Risbinakes ini pada tahun 2012.
- Kajur Keperawatan Palembang yang telah mendukung terlaksananya Penelitian ini.
- Ka Prodi Keperawatan Batu Raja yang telah mendukung terlaksananya Penelitian ini.
- Ka Prodi Keperawatan Lubuklinggau yang telah mendukung terlaksananya Penelitian ini.
- Seluruh Dosen dilingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang terutama Dosen Jurusan Keperawatan Palembang, Dosen Prodi Keperawatan Batu Raja dan Dosen Prodi Keperawatan Lubuklinggau.
DAFTAR PUSTAKA
Buku:
1.
As’ad. A, Seri
Ilmu Sumber Daya Manusia, Psikologi Industri, Liberty, Yogyakarta, 1991.
2.
Arep. I dan Tanjung.
Manajemen Motivasi, Gramedia Widia Sarana Indonesia, Jakarta, 2003.
3.
Azwar. A, Pengantar Administrasi kesehatan, Bina
Aksara, Jakarta1996.
4.
Bacal. R, Performance
management , memberdayakan karyawan meninkatkan kinerja melalui umpan balik,
mengukur kinerja, PAlih bahasa; Surya Dharma dan yanuar irawan, Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta, 2002.
5.
Bachtiar. A, Manajemen
Sumber Daya msnusia Untuk Mutu, Program Studi Ilmu
Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok, 2003.
6.
Danin. S, Inovasi
pendidikan dalam upaya peingkatan profesionalisme tenaga pendidikan, Pustaka
Setia, Bandung.2002
7.
Danin. S, Ekonomi
sumber daya manusia, analisa ekonomi pendidikan, isu-isu ketenagakerjaan,
pembiayaan investasi, ekuitas pendidikan, industri pengetahuan, Pustaka setia,
Bandung. 2004
8.
Hamalik. Oemar, Proses
belajar mengajar, PT Bumi aksara, Jakarta, 2002
9.
Kusnadi. H, Masalah, Kerja sama, konflik dan kinerja
(kontemporer dan islam). Taroda Malang, 2002.
10. Maslow, likert, McGregor, Herzberg, Clark, Motivasi dan
prilaku, Editor : Huneryager, Daharaprice, 1993.
11. Murti. Bisma,
Penerapan Metode Statistik non
parametric dalam ilmu-ilmu kesehatan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1996.
12. Moekidjat, Manajemen Personalia dan Sumber daya masnusia,
Mandar Maju, , Bandung, 1995.
13. Nitisemito A, Manajemen personalia,: Edisi
III, Galia Indonesia, 1996.
14. Murti, Bisma, Desain dan Ukuran Sampel Untuk
Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif di Bidang Kesehatan, Gadjah Mada
University Press, Yogyakarta; 2006.
15. Notoatmodjo. Soekidjo, Pembangunan Sumber Daya
manusia, PT Rineka Cipta, Jakarta, 1992.
16. Pohan. Imbalo S, Jaminan Mutu pelayanan Kesehatan,
Dasar-dasar pengertian, Kesaint Balnc, Jakarta, 2002.
17. Bacal. R, Performance management , memberdayakan karyawan
meninkatkan kinerja melalui umpan balik, mengukur kinerja, PAlih bahasa;
Surya Dharma dan yanuar irawan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2002.
18.
Robbin. S.P, Prilaku
Organisasi, Sandiego University, Edisi Bahasa Indonesia, Jilid 1, PT Pren
Hallindo, Jakarta, 2002
19.
Robbin. S.P, Prilaku
Organisasi, Sandiego University, Edisi Bahasa Indonesia, Jilid 2, PT Pren
Hallindo, Jakarta, 2002
20.
Luknis Sabri,
Hastono. S. P, Statistik Kesehatan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta,
2008
21.
Singarimbun. Masri,
Effendi S, Metode penelitian Survai, LP3ES, Jakarta, 1995.
22.
Santoso. Singgih, Buku
Latihan SPSS statistik Parametrik, Elex Media Kompetindo, Jakarta, 2000
23.
Slameto, Sistem
Belajar mengajar dengan sistem kredit semester, Bumi Aksara, Jakarta, 1991
24.
Soedijarto, Memantapkan
sistem pendidikan Nasional, Grasindo, Jakarta, 1993
25.
Syafaruddin, Manajemen
mutu terpadu dalam pendidikan, Grasindo, Jakarta, 2002
26.
Syafaruddin dan
tangkilisan, Kinerja organisasi publik, YPAPI, Yogyakarta, 2001
27.
Tampubolon D, Perguruan
tinggi bermutu di abad 21, Remaja karya, Jakarta, 2000
28.
Undang Undang No.20
tahun 2003 tentang Sisdiknas.
29. Usman. M. U, Menjadi guru profesional, PT Remaja
Rosdakarya, Bandung, 2003
Disertasi
30.
Ilyas. Y. Determinan Kinerja dokter Puskesmas, Kasus :
dokter pegawai tidak tetap (PTT), Disertasi, Program Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia,
Depok, 1999.
Tesis
31.
Abidin, F. Z. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja
dosen di akademi keperawatan Dep.kes. Palembang, Tesis, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas
Indonesia, Depok , 2002.
32.
Adiono. S, Analisis
kepemimpinan yang mendorong iklim kerja dan motivasi kerja serta dampaknya
terhadap kinerja perawat di rumah Sakit Palu, Tesis, Program Studi Ilmu
Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok, 2002.
33.
Badruzzaman, Faktor-faktor
yang berhubungan dengan kinerja dosen politeknik kesehatan Jurusan Keperawatan
Dep.Kes. RI, Banda Aceh, Tesis, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Universitas Indonesia, Depok , 2003.
34.
Nuraini. A, Hubungan
motivasi kerja dengan kinerja Dosen Akademi Perawatan Dep.Kes. Jakarta, Tesis,
FKMUI, 1999.
Purwanti, Kompetensi mengajar dosen Perguruan
Tinggi Swasta di Malang, , Tesis Program
Pascasarjana IKIP Jakarta, Yogyakarta; 1998.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar